oleh

Saat Pertamina dan Pihak Berwajib Kalah Dengan Pelaku Penimbun BBM

foto : ist

Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar seakan menjadi primadona bagi pemilik mobil berbahan bakar Solar itu. Minyak hitam kecoklatan ini sudah lebih dari satu bulan menjadi rebutan warga. Bahkan ada yang rela meninggalkan mobilnya dari malam hari hanya untuk dapat antrian dibagian depan. Karena jika mereka baru mulai ikut antrian saat SPBU mulai menjual Solar, jangan harap dapat bagian, mengingat setiap SPBU hanya buka tak lebih dari 2 jam dan Solarpun akan habis.

HARIANRAKYAT.CO.ID – Entah apa yang menjadi problem sehingga membuat fenomena antrian ini. Seolah sudah menjadi rutinitas setiap tahun pemilik kendaraan berbahan bakar solar tersebut untuk mengantri. Terjadinya antrian panjang di SPBU bisa saja terjadi jika memang pihak Pertamina selaku distributor mengurangi jatah solar disetiap SPBU yang ada di OKU.

Baca Juga :  Perempuan dan Pendidikan: Perjuangan Kartini Modern

Namun jika pertamina tidak melakukan pengurangan jatah, maka patut diduga yang menjadi biang keroknya adalah pelaku perebut hak orang lain alias penimbun BBM untuk memperkaya diri sendiri. Siapa yang tidak tergiur dengan keuntungan besar. Di OKU harga solar dipedagang eceran mencapai Rp 7,500/liternya. Seolah Pertamina tidak bisa berbuat apa-apa saat para pelaku penimbun BBM memonopoli harga BBM jenis solar ini.

Komentar