oleh

Banjir Datang Pergi, Solusi Permanen Tak Pernah Jadi

Namun hasilnya? Nihil. Air tetap bertahan. Kini, penyedotan bahkan sudah dihentikan.

Fakta di lapangan mengarah pada satu masalah klasik, yakni drainase buruk.

Saluran air di jalur jalan nasional lintas tengah Sumatera, tepatnya di sekitar bengkel mobil Enggano, disebut-sebut terlalu kecil dan tak mampu menampung debit air saat hujan deras.

Celakanya, persoalan ini bukan baru kemarin sore. Warga sudah lama mengeluhkan banjir yang terus berulang setiap musim hujan.

Namun hingga kini, belum ada langkah konkret dari pihak terkait untuk menghadirkan solusi permanen.

Penanganan yang ada masih sebatas “pemadam kebakaran”. Menyedot air saat banjir datang, lalu selesai.

Selama monitoring berlangsung, situasi memang terpantau aman dan kondusif. Tapi satu hal yang pasti, kesabaran warga ada batasnya. Sampai kapan banjir ini dibiarkan jadi rutinitas?. (ep)

Baca Juga :  PGE Lumut Balai Safari Ramadan; 100 Anak Yatim Dapat Santunan, 500 Al-Qur’an Diwakafkan

Komentar