
“KUA itu etalase Kemenag. Arsip harus tertib, kantor harus bersih, pelayanannya harus manusiawi. Jangan sampai masyarakat datang tapi melihat ketidakteraturan,” ujarnya.
Tak hanya itu, Syafitri Irwan juga meminta para Kepala Kemenag kabupaten/kota memberi perhatian serius terhadap kesejahteraan PPPK, khususnya PPPK paruh waktu, termasuk persoalan gaji.
Ia menegaskan, integritas harus hidup di semua lini. Mulai dari KUA, madrasah, hingga kantor Kemenag. Pimpinan wajib memberi teladan, sementara bawahan dituntut profesional dan loyal pada aturan, bukan pada kepentingan sesaat.
Pembinaan ini, lanjutnya, bukan sekadar agenda seremonial, melainkan alarm peringatan agar ASN Kemenag kembali ke khittah pelayanan publik: disiplin waktu, bersih sikap, dan kuat moral.
Sementara itu, Kepala Kemenag OKU Muhammad Ali menyampaikan dukungan penuh terhadap seluruh arahan Kakanwil. Ia berharap pembinaan ini menjadi titik balik penguatan etos kerja ASN, khususnya di wilayah OKU. (new)






Komentar