Ia menekankan, loyalitas kader adalah fondasi kekuatan partai. Tak boleh setengah-setengah. Dari DPD, Pengurus Kecamatan, hingga pimpinan desa dan kelurahan, semua harus satu garis.
“Tanpa loyalitas, partai rapuh. Dengan loyalitas, Golkar akan kokoh dan berkelanjutan,” ujarnya lugas.
Sufrayogi juga mengirim pesan keras ke internal partai. Tak ada lagi sekat pasca-Musda. Semua perbedaan harus ditutup rapat.
“Tidak ada lagi kubu-kubuan. Yang ada hanya satu tujuan: membesarkan Partai Golkar dan mengabdi untuk masyarakat Tanjabbar,” katanya.
Ia menargetkan Golkar bukan sekadar mesin elektoral, tapi rumah besar aspirasi rakyat—kader wajib turun ke lapangan, mendengar, dan memberi solusi konkret.
“Musda XI ini harus jadi titik kebangkitan Golkar di Bumi Serengkuh Dayung Serentak ke Tujuan,” tandasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Tanjabbar yang membacakan sambutan Bupati memberi apresiasi terhadap Partai Golkar. Menurutnya, Golkar selama ini konsisten menjadi mitra strategis pemerintah daerah.
“Sinergi pemerintah daerah dan Partai Golkar berjalan baik. Kontribusi Golkar dalam menjaga stabilitas dan mendukung pembangunan daerah patut diapresiasi,” ujarnya.









Komentar