Seorang warga setempat berinisial ZP mengaku kecewa berat terhadap hasil pekerjaan jalan tersebut.
“Kami sangat kecewa. Batu hamparannya jelas bercampur tanah dan pasir. Kualitasnya jauh dari yang diharapkan,” ujarnya.
Sorotan lebih keras datang dari Ketua LSM WGAB Sumsel, D. Erwin Susanto, SH. Ia menduga kuat adanya praktik tidak beres dalam pelaksanaan proyek tersebut.
“Kami menduga ada permainan. Alasan cuaca tidak bisa dijadikan pembenaran, karena lokasi ini bukan medan berat. Ini harus diusut,” tegas Erwin.
Ia menyatakan pihaknya siap mengawal kasus ini hingga ke ranah hukum demi menyelamatkan uang negara.
Untuk menindaklanjuti dugaan tersebut, harianrakyat.co.id mendatangi Kantor Dinas PUPR Kabupaten OKU di Kemelak pada Senin (19/1/2025) sekitar pukul 10.45 WIB.
Namun, wartawan hanya bertemu sejumlah staf yang enggan disebutkan namanya.
Saat ditanyakan keberadaan Kepala Dinas PUPR, staf menyebut yang bersangkutan tidak berada di tempat.
Upaya konfirmasi ke Kepala Bidang Bina Marga pun gagal, dengan alasan pejabat terkait sedang berada di lapangan.









Komentar