Tak pakai lama, Polres Muba bersama Polda Sumsel langsung tancap gas.
Sistem tarik arus diterapkan, kendaraan besar “dikandangkan” sementara, dan mobil mogok disingkirkan pakai derek serta alat berat.
Yang bikin salut, Kapolres Muba tak cuma kasih komando dari jauh. Ia turun langsung, bahkan tetap di lokasi saat waktu berbuka hingga sahur.
“Kami pastikan arus tetap bergerak. Tidak boleh ada macet panjang,” tegas AKBP Ruri.
Kapolda Sumsel Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho juga angkat bicara. Jalintim, kata dia, bukan jalur biasa—ini jalur strategis nasional.
“Tidak boleh ada kemacetan berkepanjangan. Semua jajaran harus cepat dan responsif,” tegasnya.
Untuk memperkuat “perang” melawan macet, Ditlantas dan Brimob ikut diterjunkan. Sinergi penuh digelar demi memastikan arus mudik tetap hidup.
Hasilnya? Perlahan tapi pasti, kemacetan yang sempat bikin frustrasi pemudik mulai terurai.
Tak hanya itu, sentuhan humanis juga ditunjukkan. Polisi membagikan takjil kepada pemudik yang terjebak macet—bukti bahwa pelayanan tetap jalan di tengah situasi genting.









Komentar