Ia mengakui, ketiadaan drainase turut memperparah kondisi jalan. Namun, menurutnya, desain saluran air sudah disiapkan.
“Nanti akan ada saluran air. Perbaikannya tidak bisa lagi diaspal, harus cor beton. Aspal sudah tidak memungkinkan,” tegasnya.
Saat didesak soal kepastian waktu, Astinawati kembali menegaskan bahwa semuanya bergantung pada hasil lelang.
“Kami harapkan kontrak bisa ditandatangani Februari. Kalau sudah, pekerjaan bisa langsung jalan,” katanya.
Ia pun menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. “Seharusnya bisa terlaksana di 2025, tapi tertunda karena efisiensi anggaran. Alhamdulillah, tahun 2026 anggarannya sudah ada,” pungkasnya.
Sudah Makan Korban
Seperti diberitakan Harianrakyat sebelumnya, kerusakan jalan di titik ini bukan sekadar keluhan. Rabu sore (14/1/2025), sebuah truk tangki bermuatan CPO terjun ke jurang saat menghindari lubang besar di badan jalan yang licin akibat hujan.
Peristiwa itu menjadi alarm keras: jalan rusak di Lubuk Batang Baru adalah ancaman nyata keselamatan publik, bukan cerita lebay warga.









Komentar