Pertanyaan diajukan: apa penyebab padam, kenapa perbaikan makan waktu hingga sembilan jam, dan mengapa minim pemberitahuan ke pelanggan.
Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada jawaban resmi.
Sebelumnya, warga sudah melapor lewat layanan PLN 123 via Messenger. Laporan diterima, bahkan keluar nomor tiket. Tapi respons dinilai lambat.
“Jam 8 pagi mati, hidup jam 5 sore. Pemberitahuan dak ado. Pas ditanyo, alasan travo rusak,” ungkap salah satu pelanggan.
Yang menarik, sekitar 30 menit setelah konfirmasi dikirim ke manajer, muncul nomor WhatsApp tak dikenal yang mengaku dari PLN.
Nomor itu menjelaskan, gangguan terjadi karena arrester pecah di gardu depan Indomaret Desa Banuayu, diduga akibat sambaran petir.
“Ijin konfirmasi dari PLN pak, arrester pecah, ada peralatan gardu yang rusak. Biasanya kena petir,” tulisnya.
Disebutkan juga, petugas melakukan pemasangan grounding pada trafo dan menurunkan empat tim untuk mencari titik gangguan.
“Iya pak, karena gangguan tidak bisa dilihat kasat mata. Petugas harus memanjat satu per satu gardu,” lanjutnya.









Komentar