oleh

Medsos Bikin Mental ‘Keropok’?

Para responden kemudian dibagi dalam tiga kelompok. Pertama, kelompok yang diminta berhenti menggunakan media sosial.

Kedua, kelompok yang berhenti menggunakan media sosial bersama seluruh anggota keluarga.

Ketiga, kelompok yang tetap menggunakan media sosial seperti biasa sebagai kelompok kontrol.

Hasilnya cukup mencolok. Kelompok yang berhenti dari media sosial menunjukkan kondisi kesehatan mental yang lebih baik dibanding mereka yang tetap aktif bermedia sosial.

Efek positifnya bahkan lebih terasa pada kelompok yang berhenti secara kolektif bersama keluarga.

Studi ini juga menyoroti tingkat kecemasan pengguna. Rata-rata skor kecemasan warga berada di angka 24,5 dalam skala 0–100, yang berarti relatif rendah.

Namun dalam periode penelitian satu bulan, kelompok yang tetap menggunakan media sosial justru mengalami peningkatan kecemasan. Sebaliknya, kelompok yang berhenti dari media sosial mengalami penurunan tingkat kecemasan.

Temuan lain yang cukup mengkhawatirkan: generasi Z menjadi kelompok yang paling banyak mengalami gangguan kesehatan mental. Sekitar 16 persen Gen-Z dilaporkan memiliki kondisi mental buruk atau sangat buruk, lebih tinggi dibanding generasi lain.

Komentar