oleh

PGE Sabet PROPER Emas ke-15, Panas Bumi Tak Cuma Listrik, Rakyat Ikut Sejahtera

Di Area Kamojang, PGE menghadirkan inovasi KANYAAH (Kamojang Agri-Aquaculture Energized by Geothermal for All’s Harmony).

Program ini mengubah energi panas bumi dan limbah non-B3 menjadi ekosistem pertanian dan perikanan berkelanjutan.

Empat pilar utama program ini meliputi:
• GeO-Fert (pupuk organik berbasis panas bumi)
• Geothermal Farming (budidaya hortikultura)
• Geothermal Fishery (perikanan dengan pemanas alami)
• Geothermal Food (pengolahan hasil panen)

Hasilnya? Tidak main-main. Sebanyak 193,8 ton pupuk berhasil diproduksi dan digunakan di lahan 12,34 hektare.

Di sektor perikanan, bobot ikan naik dari 200 gram menjadi 330 gram per ekor, dan masa panen lebih cepat 25 persen.

Program ini telah menjangkau 4.397 penerima manfaat dengan total pendapatan masyarakat mencapai Rp3,08 miliar. Nilai manfaat sosialnya (SROI) tembus 5,10.

Baca Juga :  PHE Gaspol Kembangkan Lapangan Migas, Ketahanan Energi RI Digenjot

Tak hanya itu, program ini juga berdampak pada lingkungan, menekan emisi hingga 146,28 ton CO₂e per tahun dan mengurangi sampah organik sampai 232 ton per tahun.

Ulubelu: Pasok 20 Persen Listrik Lampung

Komentar