Sementara di Ulubelu, PGE mengoperasikan pembangkit dengan kapasitas 220 MW yang menyuplai sekitar 20 persen kebutuhan listrik Provinsi Lampung.
Di sini, dua inovasi jadi andalan: STREAM dan SAI BUMI JEJAMA.
STREAM (Steam Redistribution and Adjustment Method) mampu mengoptimalkan aliran uap dan menekan emisi hingga 28.513 ton CO₂e.
Inovasi ini bahkan diganjar penghargaan Best Decarbonization Program di lingkungan Subholding Power & NRE Pertamina pada 2024, serta Platinum di ENSIA 2025.
Di sisi lain, program SAI BUMI JEJAMA fokus pada pemberdayaan masyarakat melalui pertanian dan perikanan berbasis energi panas bumi.
Hasilnya, produksi ikan mencapai 8 ton per tahun, sayuran 674 kg, dan pupuk organik 120 ton, dengan nilai SROI 3,9.
Komitmen Berlanjut
Ahmad Yani memastikan, PGE akan terus memperkuat ekosistem hijau di seluruh wilayah operasinya.
“Energi panas bumi yang kami kelola tidak hanya berkontribusi pada dekarbonisasi, tetapi juga tumbuh bersama masyarakat. Ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mewujudkan kemandirian energi dan ketahanan pangan,” tegasnya. (Ril)









Komentar