Namun, tantangan yang dihadapi tidak ringan. Penurunan alami produksi (decline rate) minyak mencapai 24 persen dan gas 21 persen. Selain itu, sekitar 65 persen aset PHE telah berusia di atas 30 tahun, sehingga isu keandalan aset menjadi perhatian serius.
Di sisi lain, biaya operasional juga meningkat karena sebagian besar lapangan sudah memasuki fase akhir produksi. Untuk mendongkrak produksi, PHE mengandalkan teknologi enhanced oil recovery (EOR) seperti steamflood dan chemical oil recovery yang membutuhkan investasi besar.
Tantangan lain datang dari pengembangan lapangan gas terpencil (stranded gas) yang berada di wilayah remote. Untuk itu, PHE mendorong pemanfaatan teknologi seperti gas to liquid (GTL) dan mini LNG guna meningkatkan keekonomian proyek.
Menghadapi berbagai tantangan tersebut, PHE menyiapkan sejumlah strategi. Di antaranya percepatan pematangan proyek sejak tahap awal, optimalisasi lapangan marginal, serta efisiensi biaya melalui pendekatan terintegrasi.
Tak hanya itu, inovasi teknologi juga terus didorong, mulai dari pengembangan lapangan laut dalam (deepwater), migas nonkonvensional, hingga penerapan chemical enhanced oil recovery (CEOR) dan pengembangan ekosistem carbon capture, utilization and storage (CCUS).









Komentar