oleh

POKIR JADI ATM POLITIK! Mantan Kadis PUPR Bongkar Peran Pj Bupati OKU: Fee DPRD Disepakati di Rooftop Hotel

“Pak Iqbal menyampaikan, kalau ada pertemuan dari pihak sebelah (kubu YPN), tolong di-oke-kan saja,” kata Nopriansyah, menirukan arahan atasannya.
Arahan itu berujung pada pertemuan lanjutan di Hotel Zuri, tepatnya di area rooftop.

Sekitar enam orang hadir, termasuk Setiawan. Awalnya, pembahasan berkutat pada upaya mengamankan kuorum rapat paripurna DPRD OKU agar pembahasan anggaran pokir bisa jalan.

Namun, arah pembicaraan cepat berubah. Haji Rudi mulai terang-terangan membahas dana aspirasi di Dinas PUPR. Dari situlah, kesepakatan kotor disusun.

Menurut Nopriansyah, forum itu menyepakati setiap anggota DPRD mendapat jatah proyek Rp700 juta, sementara Ketua DPRD kebagian Rp1,5 miliar. Dari nilai proyek tersebut, fee 20 persen disiapkan untuk para wakil rakyat.

Baca Juga :  Rumah Papan Jadi Istana Mungil, Kado Akhir Tahun Pertamina EP untuk Cecep–Junia

“Untuk proyek Rp700 juta, fee-nya sekitar Rp120 juta,” ungkapnya.

Kesepakatan itu, kata Nopriansyah, ia setujui karena mengingat arahan langsung Pj Bupati OKU.

Drama belum berhenti. Usai pertemuan di hotel, Setiawan menerima telepon dari Alal, asisten pribadi (aspri) Pj Bupati Iqbal. Mereka diminta segera kembali ke rumah dinas.

Komentar