Ia menyebutkan, TPA Lubuk Terentang seluas 9,5 hektare, dengan 4,5 hektare sudah terpakai dan 5 hektare masih bisa dikembangkan.
Dalam satu hingga dua pekan ke depan, Pemkab akan mendorong penataan timbunan sampah dan menutupnya dengan tanah, sekaligus menyiapkan sistem pengelolaan air lindi sesuai standar.
“Air lindi akan ditampung di kolam khusus dan diuji setiap enam bulan agar tidak mencemari sungai dan membahayakan warga,” ujarnya.
Pemkab Tanjabbar juga telah memiliki mesin pemilah dan pencacah sampah. Sampah plastik akan diolah menjadi biji plastik, sementara sampah organik dijadikan pupuk.
Pengoperasian alat tinggal menunggu aliran listrik masuk ke lokasi TPA.
Ke depan, Pemkab berencana menambah armada pengangkut, meningkatkan kapasitas petugas kebersihan, serta mendorong sistem pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan.
Di akhir kunjungan, Bupati mengajak masyarakat ikut ambil bagian.
“Pilah sampah dari rumah. Jangan buang sampah ke sungai atau kolong rumah. Dampaknya akan kembali ke kita semua,” pungkasnya. (Ril)









Komentar