
HARIANRAKYAT.CO.ID – Ramadan jadi panggung. Bukan cuma ibadah, tapi juga “laporan setengah jalan” dari pemerintah daerah.
Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar), Katamso, turun langsung ke desa. Lokasinya di Desa Penyabungan, tepatnya di Masjid Al-ula, Minggu (1/3/2026).
Bahasanya normatif. Isinya? Tetap politik anggaran. Di depan warga, Katamso bilang Safari Ramadan bukan sekadar seremonial.
Katanya, ini momen menyerap aspirasi rakyat. Tapi publik tentu paham, ini juga ajang “menenangkan suasana” di tengah kondisi keuangan daerah yang lagi seret.
Dan memang, faktanya nggak bisa ditutup-tutupi. APBD Tanjabbar 2026 rontok. Dari Rp2,2 triliun, jeblok jadi Rp1,2 triliun. Nyaris separuhnya menguap.
“Kondisi fiskal memang menurun, tapi ini jadi tantangan,” kata Katamso. Bahasa halusnya: duit minim, kerja harus tetap jalan.
Pertanyaannya: bisa?
Pemkab janji tetap lanjutkan pembangunan. Infrastruktur dasar katanya tetap jadi prioritas.
Tapi dengan anggaran yang terpangkas brutal, publik tentu bertanya. Ini janji realistis atau sekadar penenang situasi?









Komentar