
HARIANRAKYAT.CO.ID – Listrik padam berjam-jam, warga pun meradang. Itulah yang terjadi di Desa Banuayu, Lubuk Batang Baru, dan sekitarnya, Kamis (8/5/2026). Selama kurang lebih sembilan jam, aliran listrik mati total tanpa kejelasan. Aktivitas warga pun lumpuh.
Bukan cuma soal gelap-gelapan. Dampaknya terasa sampai ke dapur dan tempat kerja.
Dedek, tukang bangunan di Banuayu, dibuat gigit jari. Pekerjaan pemasangan atap spandek yang ia kerjakan terpaksa berhenti.
“Dak biso masang atap spandek. Kerjo jadi terhambat gara-gara lampu mati,” keluhnya.
Hal serupa dirasakan Fitri, pemilik salon kecantikan di Lubuk Batang. Usahanya praktis berhenti total.
“Nak bonding dak biso. Pokoknyo kalo mati lampu, aktivitas salon berhenti,” ujarnya.
Di rumah tangga, dampaknya tak kalah terasa. Rina, ibu rumah tangga, mengaku kerepotan karena listrik mati terlalu lama.
“Masak nasi dak biso, gosok baju dak biso. Mano lampu mati lamo nian,” katanya.
Wartawan Harian Rakyat mencoba mengkonfirmasi ke Manager Pelayanan PLN ULP Baturaja, Triyo Indrawan, lewat WhatsApp.









Komentar