oleh

AHY Salip Gibran dan Prabowo

Popularitas Kalah, Kesukaan Menang

Data SMRC memperlihatkan jurang keterkenalan yang cukup lebar. AHY baru dikenal 70 persen warga, sedangkan Gibran sudah dikenal 97 persen dan Prabowo 99 persen.

Tetapi, urusan kesukaan publik, ceritanya berbeda. Dari warga yang mengenal AHY, sebanyak 77 persen menyatakan suka dan 14 persen tidak suka. Gibran disukai 66 persen dan tidak disukai 29 persen. Sementara Prabowo memperoleh tingkat kesukaan 63 persen, berbanding 33 persen yang menyatakan tidak suka.

Dengan kata lain, AHY memiliki modal penerimaan publik yang lebih tinggi di antara mereka yang sudah mengenalnya. Tantangannya adalah memperluas jangkauan pengenalan tersebut.

Dalam simulasi tiga nama tanpa Dedi Mulyadi, posisi Gibran memang masih unggul tipis atas AHY jika seluruh responden diperhitungkan. Gibran memperoleh 29,7 persen, AHY 28,2 persen, dan Prabowo 22,7 persen. Sebanyak 19,4 persen responden belum menentukan pilihan.

Baca Juga :  YPN Wujudkan Komitmen ke Iskandar, Kerahkan 1.200 Relawan Siap Tempur

Namun, ketika analisis dibatasi pada pemilih yang mengenal ketiga tokoh, peta dukungan berubah. Elektabilitas AHY naik sembilan poin, sedangkan Gibran turun 4,2 poin dan Prabowo merosot 3,5 poin.

Komentar