“Kegiatan Rakerda dan Bimtek ini sangat positif dan strategis, karena BPD adalah ujung tombak pembangunan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat di desa. Semoga hasil dari kegiatan ini dapat memperkuat kapasitas kawan-kawan BPD dalam mengawal aspirasi dan pembangunan di desa masing-masing,” ungkap Hamdani.
Menurutnya, anggota BPD tidak cukup hanya memahami tugas secara administratif. Mereka juga dituntut memiliki kemampuan komunikasi, koordinasi, serta pemahaman terhadap persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
Tak kalah penting, hubungan kemitraan antara BPD dan pemerintah desa harus berjalan sehat. Keduanya memang memiliki peran dan fungsi berbeda, tetapi sama-sama bertanggung jawab mendorong penyelenggaraan pemerintahan desa yang baik dan pembangunan yang berpihak kepada kepentingan warga.
Pembukaan kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah, unsur Kepolisian, sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta undangan lainnya.
Melalui Rakerda dan Bimtek PABPDSI ke-IV ini, diharapkan anggota BPD semakin profesional dalam menjalankan fungsi kelembagaan. Sebab, pembangunan desa yang baik bukan hanya soal proyek dan anggaran, tetapi juga memastikan suara masyarakat tidak tenggelam di tengah proses pengambilan keputusan. (ril)









Komentar