Ketua YLBHI, Muhammad Isnur, bahkan menyebut kondisi saat ini mengkhawatirkan. Menurutnya, publik mulai hidup dalam bayang-bayang ketakutan.
“Kita sedang hidup dalam ketakutan. Kalau begitu, apakah ini masih demokrasi? Jangan-jangan kita hanya hidup dalam ilusi demokrasi,” cetusnya.
Isnur juga menyoroti proses legislasi yang dinilai janggal. Ia menyebut pembahasan undang-undang kerap dilakukan tertutup dan tidak transparan.
“Undang-undang dibahas di hotel, tidak jelas sumber biayanya. Itu berbahaya,” kritiknya.
Tak hanya itu, ia juga menyinggung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disebutnya belum memiliki landasan hukum kuat, meski menyedot anggaran besar.
Sementara itu, mantan Rektor UIN Jakarta, Komaruddin Hidayat, mengapresiasi keberanian komunitas Ciputat dalam menjaga nalar kritis.
“Jangan lelah mengawal cita-cita kemerdekaan, demi masyarakat yang cerdas, sehat, sejahtera, adil, dan bahagia,” pesannya.
Acara ini dihadiri lebih dari 100 peserta, mayoritas alumni UIN Jakarta dari berbagai latar belakang—akademisi, praktisi hukum, aktivis, hingga jurnalis.









Komentar