Dalam pernyataannya, GMNI turut mengutip sejumlah data yang diklaim berasal dari BPS OKU, laporan kinerja pemerintah daerah, pemantauan masyarakat sipil, serta Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan.
Data tersebut, menurut GMNI, menunjukkan masih tingginya angka kemiskinan, rendahnya akses air bersih, masih banyaknya jalan rusak, hingga persoalan putus sekolah yang perlu menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Organisasi mahasiswa itu berharap momentum HUT Kabupaten OKU tidak hanya menjadi agenda perayaan tahunan, tetapi juga dijadikan kesempatan untuk melakukan evaluasi terhadap arah pembangunan daerah.
GMNI meminta Pemerintah Kabupaten OKU lebih memprioritaskan anggaran yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. (ril)









Komentar