Momentum Hari Sumpah Pemuda ke-98 juga menjadi pengingat bahwa persatuan bangsa tidak lahir begitu saja. Ada sejarah panjang perjuangan generasi muda yang pada 1928 berani mengesampingkan perbedaan demi satu tekad: bertanah air satu, berbangsa satu, dan menjunjung bahasa persatuan, Indonesia.
Semangat itulah yang perlu terus diwariskan kepada generasi sekarang. Pemuda tidak cukup hanya mengenal sejarah, tetapi juga harus mampu menerjemahkan nilai persatuan ke dalam tindakan nyata.
Kepedulian sosial, semangat kebersamaan, sikap toleran, serta kontribusi positif bagi masyarakat menjadi bagian dari tanggung jawab generasi muda dalam mengisi kemerdekaan.
Melalui momentum ini, diharapkan semangat Sumpah Pemuda terus hidup di tengah masyarakat Tanjung Jabung Barat. Sebab, persatuan bukan hanya warisan sejarah, melainkan modal penting untuk membangun daerah dan memajukan bangsa. (riL)









Komentar