“Kalau saluran air bersih, risiko banjir bisa ditekan. Ini butuh peran semua pihak, dari desa sampai warganya,” tegasnya.
Gubernur juga kembali menyinggung gerakan menanam pohon yang telah dicanangkan di Sumatera Selatan, mulai dari momentum pernikahan hingga anak masuk sekolah. Menurutnya, langkah sederhana itu penting untuk menjaga keseimbangan alam dalam jangka panjang.
Dalam peninjauan tersebut, Herman Deru memastikan kondisi warga relatif aman. Sejumlah infrastruktur yang terdampak, seperti jembatan, dinilai masih bisa diperbaiki.
“Yang terpenting masyarakat sehat dan tetap semangat. Soal yang rusak, insya Allah kita perbaiki,” katanya.
Ia juga meminta masyarakat dan pemerintah daerah segera melaporkan jika masih ada jalan, sekolah, atau fasilitas kesehatan yang terdampak namun belum tertangani.
“Kita harus tetap waspada. Bersyukur itu bukan hanya diucapkan, tapi juga dijaga lewat tindakan,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, bantuan logistik diserahkan kepada warga terdampak. Dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, disalurkan 500 paket sembako, PMT balita 164 boks, PMT ibu hamil 320 boks, obat-obatan 2 paket, serta bahan medis habis pakai 2 paket. Sementara Kementerian Sosial Regional Sumsel turut menyalurkan 489 paket bantuan logistik.









Komentar