Dukungan pendidikan itu membantu Haikal melanjutkan kuliah sekaligus meringankan beban orang tuanya. Dengan biaya UKT yang terbantu, ia memiliki ruang lebih besar untuk menata langkah, baik di bangku kuliah maupun dalam menjalankan usaha.
“Saya sangat bersyukur atas kesempatan dan dukungan yang diberikan karena hal ini sangat membantu saya dalam melanjutkan perkuliahan dan meringankan beban orang tua,” katanya.
Bagi Haikal, bantuan modal dan beasiswa bukan garis finis. Justru, dukungan tersebut menjadi tanggung jawab untuk terus berkembang dan membuktikan bahwa usaha yang dirintisnya layak diperjuangkan.
“Bagi saya, bantuan modal usaha dan beasiswa ini bukan hanya dukungan secara materi, tetapi juga menjadi penyemangat untuk terus berjuang, mengembangkan usaha, dan membuktikan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti meraih cita-cita,” tegasnya.
Kisah Haikal menjadi potret mahasiswa yang tak menunggu keadaan ideal untuk bergerak. Ia tetap berjualan meski harus berjalan kaki, tetap kuliah di tengah kesibukan, dan berusaha mencari jalan agar pendidikannya terus berlanjut.








Komentar