oleh

Ketua DPP IMM: Rekonstruksi Ulang Pola Turun ke Jalan !

har tani nasional
Kader IMM memberikan cinderamata kepada Ketua DPP IMM, Abdul Musawir Yahya, usai acara pembukaan Musyda IMM Sumsel ke XV di Baturaja.

HARIANRAKYAT.CO.ID – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di semua tingkatan, diharap segera melakukan rekonstruksi organisasi.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum DPP IMM, Abdul Musawir Yahya, dalam sambutannya pada pembukaan Musyawarah Daerah (Musyda) IMM Sumatera Selatan (Sumsel) ke – XV di Hotel Kemuning Baturaja, Sabtu (22/01/2021).

“Segera lakukan rekonstruksi organisasi. Jangan terjebak pada tataran konflik (internal) yang berkepanjangan,” ujar dia.

Rekonstruksi organisasi yang disampaikan dia, itu tentu tidak berjauhan alias berkaitan dengan persoalan-persoalan politik.

“Ada 3 pilar yang dibangun IMM, dan ini juga menjadi prublem kebangsaan kita. Pertama, masalah intelektual. Kedua, masalah ekonomi dan ketiga masalah politik,” jelas dia.

Dalam persoalan politik ini, diterangkan Musawir, tak jarang mahasiswa dan elemen lainnya, turun ke jalan (unjuk rasa ataupun demostrasi) dalam menyampaikan aspirasi, saran maupun kritik kepada Pemerintah.

“Kita (IMM) juga sering turun ke jalan. Tapi apakah selamanya harus di jalan. Perlu kita rekonstruksi ulang pola itu (pola turun ke jalan,red),” ujar dia.

Namun begitu, sambung Musawir, bukan berarti aksi turun ke jalan tidak penting. Untuk tujuan yang sama, itu bisa dilakukan dengan cara lain.

Musawir menyadari betul, bahwa turun ke jalan tetap penting. Tapi kata dia, jangan selamanya. Ada gerakan lain. Salah satunya memproduksi ide.

“Hari ini yang dipakai negara apa? Seberapa banyak dari kalangan aktifis. Lihat Presiden kita, staf ahli dll. Kebanyakan bukan aktifis, tapi mereka orang-orang yang punya keahlian dan kreatifitas. Orang-orang macam itulah yang akan dipakai,” demikian Musawir.

Sementara itu, Plh Bupati OKU Drs. H. Edward Chandra MH, dalam sambutannya menyadari bahwa perlunya keseimbangan antara pembangunan fisik dan mental spiritual yang gencar dilakukan Pemerintah.

“Keseimbangan pembangunan ini perlu dikedepankan dengan mendorong kemajuan pembangunan mental spiritual, yang antara lain dengan hadirnya organisasi kemasyarakatan. Di dalamnya termasuk organisasi kepemudaan. Fungsi organisasi ini penting, bagaimana mereka mengkritisi dan memberi masukan dengan cara santun dan khas,” tandas Edward.

Musyda IMM Sumatera Selatan (Sumsel) ke – XV yang digelar pada 22 – 24 Januari 2022, itu dibuka Gubernur Sumsel, yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Sumsel, Riza Pahlevi. (Win)

Baca Juga :  Baksos dan Pengobatan Gratis TNI AD di Desa Tegal Arum

Komentar