oleh

Mafia Minyak Goreng, dan Nasib Lutfi

Foto : dok/kompas

MENEPUK air di dulang tepercik muka sendiri. Mungkin ini peribahasa yang pas untuk Menteri Perdagangan (Mendag), Muhammad Lutfi. Teriak-teriak soal mafia minyak goreng, ternyata anak buahnya sendiri yang diduga menjadi biang keladi.

Pertengahan Maret lalu, Mendag M Lutfi menyebut ada mafia di balik kelangkaan minyak goreng, baik jenis curah maupun kemasan. Di berbagai kesempatan dan di depan anggota dewan, anak buah Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu mengatakan, praktik yang dilakukan oleh para mafia tersebut antara lain mengalihkan minyak subsidi ke minyak industri atau mengekspor minyak goreng ke luar negeri.

M Lutfi pun berjanji, dalam waktu tak terlalu lama Mabes Polri akan mengumumkan siapa mafia di balik kelangkaan minyak goreng tersebut. Namun, pengumuman itu tak kunjung terjadi. Satgas Pangan Polri mengaku belum menerima data dari Kemendag perihal adanya mafia.

Baca Juga :  Soal Dugaan Penyelewengan Dana, ACT: Kami Minta Maaf

Permufakatan Jahat Pengusaha dan Pejabat

Dugaan adanya permainan di balik kelangkaan minyak goreng akhirnya terbukti. Namun, pengumuman datang dari Kejaksaan Agung RI, bukan Mabes Polri seperti dijanjikan M Lutfi. Korps Adhiyaksa mengumumkan adanya permufakatan jahat antara sejumlah pengusaha dan pejabat yang membuat minyak goreng menghilang dari pasaran.

Komentar