Menurut Katamso, pengelolaan mangrove tak bisa jalan sendiri. Perlu kolaborasi semua pihak, mulai dari pemerintah pusat, daerah, akademisi, hingga masyarakat.
“Sinergi adalah kunci. Kami berharap program ini bisa segera direalisasikan. Ini bukan hanya soal lingkungan, tapi juga menyangkut ekonomi masyarakat pesisir,” ujarnya.
Dari sisi pemerintah pusat, responsnya positif. Fahrizal Fitri mengaku terkesan dengan kondisi Mangrove Pangkal Babu yang dinilai punya potensi besar.
“Apa yang kami lihat di lapangan sesuai dengan paparan. Potensinya besar untuk dikembangkan secara berkelanjutan,” katanya.
Ia memastikan, hasil verifikasi ini akan segera ditindaklanjuti. “Dalam waktu dekat akan ada keputusan terkait kelanjutan program ini,” imbuhnya.
Program yang diusulkan terbilang komprehensif. Mulai dari penguatan kebijakan dan kelembagaan, rehabilitasi ekosistem, hingga peningkatan ekonomi masyarakat berbasis pengelolaan mangrove.
Sejumlah pihak turut hadir dalam kunjungan ini, di antaranya akademisi Universitas Jambi Prof. Dr. Ir. Rosyani, M.S, jajaran Pemkab Tanjab Barat, hingga organisasi perempuan.









Komentar