Modernisasi alat dan mesin pertanian, penguatan jaringan irigasi teknis, hingga perluasan areal tanam menjadi bukti nyata. Tak heran jika pada 2025, produksi beras OKU Timur sempat menembus peringkat empat nasional.
Capaian itu dinilai sebagai kontribusi signifikan daerah dalam mengejar target swasembada pangan beberapa tahun ke depan.
Bupati Enos menegaskan, sektor pangan adalah fondasi kedaulatan negara. Karena itu, pertanian harus jadi prioritas utama pembangunan daerah. “Daerah punya peran strategis mendukung visi Indonesia sebagai lumbung pangan dunia,” tegasnya.
Dampaknya pun terasa langsung ke petani. Harga gabah lebih kompetitif, dukungan mekanisasi makin luas, dan distribusi lebih terjamin. Pertanian kian kokoh sebagai tulang punggung ekonomi pedesaan.
Ke depan, Pemkab OKU Timur berkomitmen melanjutkan pengembangan lahan, memperkuat irigasi, dan mendorong hilirisasi produk pangan. Targetnya jelas: nilai tambah ekonomi dirasakan langsung oleh Masyarakat. (ril/new)









Komentar