oleh

Upaya Hukum Verzet ‘Ditolak’ PA Baturaja, Lho Kok?

Saiful Mizan SH, MH, memperlihatkan surat permohonan terhadap putusan no: 273/ Pdt.G/ 2021/ PA.Bta

HARIANRAKYAT.CO.ID – Salah satu kantor hukum ternama di Baturaja, Saiful Mizan SH, MH dan Turiman SH, mengaku sudah secara resmi membuat pengaduan ke Badan Pengawasan (BP) Mahkamah Agung (MA) RI, melalui surat. Ia mengajukan laporan terhadap TS, seorang Panitera Muda di Pengadilan Agama (PA) Baturaja.

Lho, apa pasal? Saiful menjelaskan, bahwa pihaknya selaku kuasa hukum yang ditunjuk oleh Johan Safri, ingin mengajukan upaya hukum verzet (perlawanan) atas putusan verstek (putusan yang tidak dihadiri tergugat), pada tanggal 6 September 2021, kemarin.

“klien kami (Johan Safri), sudah diputus cerai oleh PA Baturaja. Dan baru sadar sekitar 6 hari lalu, jikalau yang bersangkutan sudah ‘putus’ atau resmi berpisah dengan pasangannya,” jelas Saiful, siang (7/9) tadi.  

Nah, selaku kuasa hukum Johan Safri, pihaknya ingin mendaftarkan verzet (perlawanan atas putusan verstek bernomor 273/ Pdt.G/ 2021/ PA.Bta), seperti disebut tadi. Akan tetapi, hal tersebut malah ditolak dan tidak diterima oleh Panitera Muda Hukum PA Baturaja dengan inisial TS.  

“Dalam pasal 10 ayat 1 dan 2 undang-undang kekuasaan kehakiman No.48 tahun 2009, disitu menjelaskan bahwa pengadilan dilarang menolak perkara. Dengan alasan apapun. Apalagi, dengan bahasa misalnya karena tidak ada hukum/ kaburnya hukum. Melainkan dia tetap harus/ wajib memeriksanya dan memutus dengan putusannya.  Nah, disini kami mengajukan perkara (perdata), verzet itu tadi. Tapi tidak diregister,” ulas dia.

Secara terpisah, pihak PA Baturaja melalui Pak Khoiruddin (Panitera PA Baturaja), menepis tudingan penolakan pengajuan upaya hukum verzet atas putusan verstek, seperti yang dijelaskan oleh pengacara Saiful Mizan.

“Bukan ditolak, tapi diberitahukan bahwa verzet dak bisa lagi. Bahwa dalam perkara ini, akta cerainya sudah keluar. Masa tenggangnya sudah lewat,” ujar Khoiruddin, saat dihubungi portal ini va seluler petang tadi (7/9/2021).

Kalimat ini, disampaikan Khoiruddin kepada Panitera Muda Hukum (yang diadukan Saiful Mizan), saat menghadap dia. Dimana dalam laporan si Panitera Muda Hukum kepadanya, bahwa yang bersangkutan (Saiful Mizan) ingin memaksakan mengajukan verzet.

“Katanya yang bersangkutan (Saiful Mizan) ingin memaksakan mengajukan verzet. Dibilang petugas kami awalnya percuma, karena upaya hukum verzet tak bisa lagi. Lalu dia (panitera muda tadi) menghadap saya dan bertanya, bagaimana ini Pak. Kata saya, perkara ini akta cerainya sudah keluar. Masa tenggangnya sudah lewat. Nah, dalam hal ini, upaya hukum yang mesti dilakukan bukan verzet. Lalu saya bilang anak buah saya tadi untuk menyampaikan hal ini pada mereka (Saiful Mizan), bahwa upaya hukumnya adalah Peninjauan Kembali (PK). Baru dia (panitera muda hukum tadi), ngerti. Jadi bukan ditolak,” bantahnya lagi.

Lalu bagaimana tanggapan soal aduan ke Badan Pengawasan MA RI yang dilakukan Saiful Mizan SH, MH? Ditanyai begitu, Khoiruddin malah balik bertanya.

“Apa yang menjadi permasalahan dengan kami? Kan ada upaya hukum PK. Kan, panitera muda hukum di PTSP itu ada atasannya. Yakni saya. Seharusnya bapak itu ngadap dengan saya selaku atasannya, tabayyun dulu. Pasti akan saya jelaskan, jangan langsung kemana-mana. Soal aduan? Ya bisa juga kita saling adukan nanti,” tandasnya. (win)

Komentar

News Feed