oleh

Wakil Ketua DPRD OKU Disambangi Pendekar PSHT, Ada Apa?

Wakil ketua DPRD OKU saat menerima kedatangan tokoh masyarakat Lubuk Banjar dan “pendekar” PSHT setempat, Senin 23/08/2021.

Penulis: Maruli Ebta | Editor: Muhammad Wiwin

HARIANRAKYAT.CO.ID – Sejumlah tokoh masyarakat Desa Lubuk Banjar Kecamatan Lubuk Raja dan “Pendekar” Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), mendatangi gedung DPRD Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) guna bertemu dengan Wakil Ketua DPRD, Yudi Purna Nugraha SH, Senin (23/8/21).

Bukan karena apa-apa. Kedatangan Ketua Rayon PSHT Lubuk Banjar, Selamet Purwo Santoso didampingi Wibowo, itu dalam rangka menyampaikan rencana pembangunan padepokan PSHT Rayon Lubuk Banjar.

Dalam hal ini, mereka minta dukungan pembangunan padepokan dimaksud.

“Kedatangan kami kesini secara khusus meminta dukungan dari adinda Yudi Purna Nugraha sebagai Wakil Ketua DPRD OKU. kami berencana akan membangun padepokan PSHT di desa Lubuk Banjar diatas lahan seluas 30×20 meter persegi,” beber Selamet.

Selain itu, salah satu tokoh masyarakat Lubuk Banjar, Wibowo, kepada Yudi juga berharap agar adanya pembangunan berupa pembukaan dan pelebaran jalan antar Blok di Desa Lubuk Banjar.

“Kami juga meminta dukungan untuk pembangunan dan pelebaran jalan menuju lahan pertanian serta jalan penghubung antar Blok,” aku Wibowo.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPRD OKU, Yudi Purna Nugraha, menyakinkan akan mendukung sepenuhnya rencana pembangunan padepokan PSHT Rayon Lubuk Raja yang akan diusulkan melalui APBD OKU Tahun Anggaran (TA) 2022.

“Akan kami ajukan melalui APBD TA 2022 mendatang. Tentunya dengan dibangunnya padepokan nantinya akan membawa dampak yang baik bagi masyarakat. Saya berharap gedung tersebut juga bisa dimanfaatkan tidak hanya sebagai padepokan PSHT namun juga bisa digunakan sebagai gedung serbaguna,” jawab Yudi.

Terkait keinginan masyarakat desa Lubuk Banjar yang minta dibuka jalan penghubung antar Blok, dirinya menegaskan usulan tersebut akan disetujui melalui APBD TA 2022.

“Pelebaran dan pembukaan jalan itu ada syaratnya. Masyarakat harus mau jika ada tanam tumbuh yang dikorbankan untuk pembukaan dan pelebaran jalan,” tutup Yudi. (Rul)

Komentar