oleh

YPN Kongkow di Istana, Obrolan Politik dan OKU Ikut Dibawa

YPN bersama Saddam Al Jihad. foto: ist

Momentum pertemuan ini kian menarik karena sehari sebelumnya YPN berada di Jakarta untuk mengambil SK kepengurusan DPD PAN OKU periode 2025–2030. Waktu yang berdekatan memunculkan spekulasi: apakah ini sekadar silaturahmi aktivis, atau sinyal awal konsolidasi politik ke level pusat?

Saddam Al Jihad sendiri bukan figur sembarangan. Mantan Ketua Umum PB HMI periode 2018–2020 ini kini berada di lingkar strategis Istana.

Sebagai Tenaga Ahli Utama KSP, Saddam dikenal aktif mendorong kebijakan publik serta terlibat dalam diskusi strategis, mulai dari isu sosial, lingkungan, hingga arah kebijakan nasional.

Rekam jejak Saddam di dunia kepemudaan, organisasi mahasiswa, hingga diplomasi internasional membuat setiap pertemuan dengannya sulit dilepaskan dari aroma politik. Terlebih, Istana bukan warung kopi—setiap pertemuan, sekecil apa pun, selalu menyimpan pesan.

Baca Juga :  MARKASS Semprot Manuver Banggar: 'Pengesahan APBD Mau DPRD atau Perkada, Sama-Sama Bau Busuk!'

Pertanyaannya kemudian: apa yang sedang dirajut? Apakah YPN sedang membangun jalur komunikasi pusat-daerah pasca Pilkada? Ataukah ini isyarat bahwa nama YPN masih terus dipertimbangkan dalam peta politik OKU ke depan? Yang jelas, politik sering kali dimulai dari obrolan santai, lalu berujung pada langkah serius. Foto boleh terlihat sederhana. Tapi di republik ini, tak ada kongkow di Istana yang benar-benar tanpa makna. (new)

Komentar