oleh

Harlah IPARI ke-3, Penyuluh Agama Diminta Perkuat Integritas dan Adaptif di Era Digital

“Integritas harus terpatri dalam sanubari. Nilai-nilai itu harus menjadi pedoman dalam melaksanakan tugas dan fungsi sehari-hari,” katanya.

Fahrul juga menyampaikan tiga pesan penting Kepala Kemenag OKU, Muhammad Ali, kepada para penyuluh agama.

Pertama, memperkuat peran sebagai perekat moderasi beragama melalui penyampaian narasi keagamaan yang sejuk, inklusif, damai, dan toleran di tengah masyarakat.

Kedua, melakukan transformasi digital dalam kegiatan penyuluhan.

Menurutnya, perubahan pola komunikasi masyarakat menuntut penyuluh untuk hadir dan aktif di ruang digital.

“Tatap muka tetap penting, tetapi tidak lagi cukup. Penyuluh harus mampu memanfaatkan media digital secara kreatif untuk menyampaikan pesan-pesan positif kepada masyarakat,” ujarnya.

Ketiga, meningkatkan kompetensi, literasi, dan profesionalisme.

Baca Juga :  Kasubsi Intelijen Baru Dilantik, Kejari OKU Perkuat “Radar” Pengawasan!

Perkembangan teknologi dan birokrasi yang semakin cepat, kata dia, mengharuskan penyuluh terus belajar dan beradaptasi.

“Penyuluh harus memiliki wawasan yang lebih luas dari audiensnya. Kuncinya adalah terus belajar dan meng-upgrade diri,” tambahnya.

Komentar