Menutup arahannya, Fahrul menegaskan bahwa Harlah IPARI tidak boleh dimaknai sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi dan penguatan komitmen pengabdian.
“IPARI adalah rumah besar kita sekaligus jembatan pelaksanaan program pemerintah melalui para penyuluh agama. Karena itu, mari jadikan Harlah ini sebagai momentum meningkatkan kapasitas dan memperkokoh pengabdian kepada masyarakat,” pungkasnya. (ep)









Komentar