Kalau ini terwujud, Tarmizi bakal mencatatkan diri sebagai “profesor dua jalur”. Akademik dan riset. Bukan prestasi biasa.
Di sela pelantikan, Tarmizi tak banyak basa-basi. Ia menyebut jabatan bukan sekadar posisi, tapi amanah yang harus dipertanggungjawabkan, bukan hanya di dunia, tapi juga di akhirat.
“Mohon doa masyarakat Sumsel agar saya bisa menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Nama Tarmizi bukan pemain baru di birokrasi. Kariernya panjang dan “penuh tanjakan”: Kepala Dinas Pendidikan OKU, Inspektur Kabupaten OKU, Asisten II & III Setda OKU, Staf Ahli Bupati, Sekda OKU, Plh Bupati OKU.
Hijrah ke Pemprov Sumsel, ia dipercaya sebagai Kepala Biro Organisasi dan sempat menjabat Plt Kepala Dinas Sosial.
Di luar jabatan struktural, ia juga aktif di berbagai organisasi. Ketua Dewan Kehormatan Pramuka Sumsel, Ketua Dewan Pakar Perhiptani, hingga Wakil Ketua ICMI Sumsel.
Di balik kariernya, ada keluarga yang tak kalah moncer. Sang istri, Hj. Susmadiana, juga baru dilantik sebagai Pengawas Ahli Utama SMA di Dinas Pendidikan Sumsel.









Komentar