
Hasil dari tahapan ini selanjutnya akan dibahas dalam rapat pleno BNSP sebagai dasar penerbitan lisensi resmi LSP UNBARA.
Rektor UNBARA, Lindawati, menyampaikan rasa lega sekaligus bangga atas capaian tersebut. Menurutnya, kehadiran LSP menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas lulusan agar lebih siap bersaing di dunia kerja.
“Tidak semua perguruan tinggi memiliki LSP. Ini menjadi nilai lebih bagi UNBARA dalam mencetak lulusan yang tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga sertifikat kompetensi yang diakui negara,” ujarnya.
Ia menambahkan, ke depan setiap lulusan UNBARA akan dibekali dua hal penting, yakni ijazah akademik dan sertifikat kompetensi berlogo Garuda dari BNSP.
Saat ini, LSP UNBARA telah menyiapkan sejumlah skema sertifikasi. Di antaranya Ahli Muda K3 Konstruksi, perencana beton pracetak, teknik jembatan, hingga kewirausahaan industri, analis kredit, produksi konten kehumasan, dan penulisan kode sumber.
Rektor berharap, pada Mei 2026 mendatang, LSP UNBARA sudah dapat mulai melaksanakan uji kompetensi bagi mahasiswa semester akhir maupun lulusan baru.









Komentar