“Kami menyambut baik program ini karena sejalan dengan visi pembangunan daerah yang menempatkan pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat sebagai dua hal yang harus berjalan beriringan,” ujar Katamso.
Menurutnya, perhatian terhadap pengembangan kawasan mangrove di Tanjab Barat terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Selain berfungsi menjaga ekosistem pesisir, kawasan tersebut juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata edukasi, pusat pemberdayaan masyarakat, hingga sumber ekonomi berbasis lingkungan.
Katamso mengungkapkan, pemerintah daerah telah membangun sejumlah fasilitas penunjang menuju kawasan mangrove.
Meski beberapa program infrastruktur sempat tertunda akibat penyesuaian anggaran, pembangunan akan tetap dilanjutkan secara bertahap.
Pengembangan kawasan mangrove juga diperkuat melalui kolaborasi dengan sejumlah perusahaan yang beroperasi di Tanjab Barat, termasuk PetroChina dan SKK Migas, yang mendukung program pemberdayaan masyarakat melalui pendampingan serta bantuan fasilitas.









Komentar