oleh

Pangkal Babu Disiapkan Jadi Sentra Ekonomi Hijau Pesisir

Dalam kesempatan itu, Katamso mengapresiasi terpilihnya Kawasan Wisata Mangrove Pangkal Babu, Desa Tungkal I, sebagai lokasi pilot project sekaligus living laboratory pengelolaan mangrove berbasis masyarakat.

Ia optimistis kawasan tersebut dapat berkembang menjadi pusat pembelajaran sekaligus penggerak ekonomi hijau yang memberikan manfaat nyata bagi warga pesisir.

“Kawasan ini memiliki potensi besar menjadi contoh sukses pengelolaan mangrove berbasis masyarakat. Kita ingin masyarakat memperoleh manfaat ekonomi, sementara lingkungan tetap terjaga untuk generasi mendatang,” tegasnya.

Sementara itu, Field Director FINCAPES, Paulo Vaggi, menjelaskan program tersebut dijalankan oleh IPB Centre for Applied Research in Nature-based Solutions (I-CAN), pusat studi terapan di bawah Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University, bekerja sama dengan University of Waterloo, Kanada, dengan dukungan pendanaan dari Global Affairs Canada.

Baca Juga :  Bupati Anwar Sadat Komit Dukung Audit BPK, Siap Wujudkan Keuangan Daerah Transparan

Menurut Paulo, Desa Tungkal I menjadi salah satu dari tiga desa dampingan di Provinsi Jambi yang dipilih karena dinilai memiliki potensi besar dalam pengelolaan ekosistem mangrove berbasis masyarakat.

Komentar