Ia mengungkapkan, program yang berjalan saat ini difokuskan pada pendataan, pendampingan, serta peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya PAUD. Salah satu langkah konkret adalah memperkuat sinergi dan pendataan layanan hingga ke desa dan kelurahan agar tak ada anak yang terlewat.
Pemkab juga terus mengimplementasikan Gerakan Transisi PAUD ke SD yang menyenangkan. Tujuannya jelas: memastikan anak masuk sekolah dasar tanpa tekanan.
“Kami ingin anak-anak masuk SD dengan bahagia. Tidak boleh ada tes calistung sebagai syarat masuk,” tandasnya.
Tak hanya itu, pendekatan PAUD Holistik Integratif (HI) juga diperkuat. Layanan pendidikan anak kini dipadukan dengan aspek kesehatan, gizi, perlindungan, hingga kesejahteraan secara menyeluruh.
Dalam kesempatan itu, Sheila juga memaparkan aksi “Gedor Pintu” dan penyisiran Anak Tidak Sekolah (ATS). Program ini melibatkan Bunda PAUD kecamatan dan desa, kader PKK, Posyandu, hingga perangkat lingkungan.
Melalui program ini, petugas turun langsung ke lapangan. Tak hanya mendata anak usia 5–6 tahun yang belum mengakses PAUD, tetapi juga melakukan kunjungan rumah.









Komentar