oleh

Pemuda OKU Dapat DM dari Eks Pesepakbola Nasional, Bunyinya Memprihatinkan..

Novri menunjukkan video permintaan bantuan dari eks pemain timnas U-23 dan eks pemain SFC, Septia Hadi.

HARIANRAKYAT.CO.ID – Septia Hadi, mantan pemain sepakbola Timnas U-23 yang dikabarkan sedang mengalami kesulitan finansial, sehingga menyebar Direct Message (DM) meminta bantuan uang melalui instagram, tampaknya benar adanya.

Ya. DM dimaksud ternyata juga diterima salah satu pemuda di Ogan Komering Ulu (OKU), Sumsel, yang juga penyuka sebakbola, Novri Helmi.

Kepada portal ini, Novri, mengaku mendapat DM dari eks pemain SFC, itu pada Selasa (24/08/2021).

Awalnya, kata Novri, DM yang bersangkutan tidak ia gubris. “Waktu dia nge-DM, itu belum saya balas,” ujar Novri.

Namun, setelah si Septia Hadi ini memperkenalkan diri sebagai mantan pemain sepakbola timnas U-23 dan juga pernah bermain untuk Sriwijaya FC, Novri akhirnya luluh juga. “Ya, dia kirim video, biar saya percaya,” imbuh dia,  

Untuk meyakinkan dirinya sendiri, Novri lantas bercakap langsung dengan yang bersangkutan (video call) melalui Whatsapp.

Nah, berdasarkan keterangan yang didapat Novri saat video call itu, yang bersangkutan memang mengaku sedang mengalami masalah finansial akibat tak lagi bermain sepakbola dikarenakan cedera lutut.

“Dalam 3 tahun terakhir katanya tidak lagi bermain bola karena cedera lutut. Jadi dia minta bantu seikhlasnya. Dan ia juga menyebut anaknya sedang sakit. Dia mengaku sudah menghubungi pihak Kemenpora, namun katanya belum direspon,” ungkap Novri.

Dengan alasan kemanusiaan, lebih-lebih yang bersangkutan telah berjasa dalam dunia persebakbolaan Nasional, Novri lantas mentransfer sejumlah uang ke rekening yang bersangkutan.

“Ini hanya sisi kemanusiaan saja. Saya kirim uang ke dia, walau tak seberapa. Jangan dilihat nilainya, karena apa yang saya bantu tak sebanding dengan apa yang telah ia lakukan,” jelas pemuda yang masih aktif di organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Bumi Sebimbing Sekundang tersebut.

Septia Hadi

Kok percaya? Apa tidak khawatir itu penipuan? Novri mengaku yakin, bahwa ia memang berkomunikasi dengan Septia Hadi.

“Saya record percakapan itu. Karena untuk memastikan apakah memang dia, apa bukan. Setelah benar itu memang dia, maka saya tersentuh. Itupun atas dasar kemanusiaan,” katanya.

Memang, satu sisi menurut Novri, ada sedikit ‘suudzon’ dari hal-hal yang demikian. Seperti motif minta bantuan mengatasnamakan atlet.

Namun demikian, setidaknya kasus Septia Hadi ini menjadi pelajaran bagi dunia olahraga khususnya para atlet di tanah air.

“Saya prihatin. Tapi bukan ke pribadinya. Itu tadi, dia itu atlet, dan sebenarnya apa yang saya bantu, tak sebanding dengan kerjaannya dulu. Baik di Timnas maupun di klub,” imbuhnya.

Oleh karena itu, pihaknya mengingatkan kepada Pemerintah, atau Kementerian terkait untuk dapat menghargai dan membina para atlet dan mantan atlet.

“Walau mereka tak lagi jadi atlet, umpamanya, tetap dibina dan dihargai. Walau tidak dikasih lagi gaji, paling tidak kasihlah mereka modal usaha untuk menyambung hidup. Itu salah satu bentuk apresiasi. Jadi jangan waktu menang atau berjaya saja dikasih apresiasi,” saran dia.

Bentuk apresiasi (modal usaha,red) macam ini, menurut Novri, juga dapat menepis kemungkinan adanya kelakuan “minta-minta” yang dilakukan mantan atlet tak produktif lagi.

“Kalau sudah dikasih modal usaha dan masih ada yang semacam itu, tentu tak lagi jadi tanggung jawab moril kita. Kan seperti itu,” tandasnya. (win)

Komentar

News Feed