Ia menambahkan, penggunaan walking rig menjadi game changer dalam operasi pengeboran.
“Perpindahan rig jadi lebih cepat dan aman. Dampaknya, waktu rig move bisa ditekan signifikan, dan keseluruhan program pengeboran ikut melesat,” jelasnya.
Di balik capaian teknis tersebut, ada kerja keras para pekerja lapangan yang disiplin dan berkompeten. Tak hanya itu, sinergi dengan masyarakat di wilayah PALI dan Prabumulih serta para pemangku kepentingan turut menciptakan suasana operasional yang kondusif.
Soal keselamatan, tak ada kompromi. Pengeboran sumur BNG-079 mencatatkan 52.320 jam kerja aman (safe man hours). Ini jadi bukti penerapan prinsip HSSE (Health, Safety, Security, and Environment) berjalan optimal.
Dengan kombinasi teknologi, SDM unggul, dan kolaborasi solid, Pertamina Drilling kembali menegaskan perannya dalam mendukung produksi energi nasional. (ril)









Komentar