Pimpinan rapat, Naproni, kemudian mempertanyakan kondisi MP saat ini. Jawaban sang ibu cukup mengundang keprihatinan.
Menurutnya, hingga sekarang MP hanya berada di rumah dan tidak mau kembali bersekolah karena mengalami trauma.
“Sampai sekarang di rumah saja, dak mau sekolah lagi. Dia trauma,” bebernya.
KEPSEK KEBERATAN MASA LALU DIUNGKIT
Pengakuan tersebut rupanya membuat kepala sekolah tak nyaman. Saat mendapat kesempatan berbicara, ia menyatakan keberatan jika persoalan yang menurutnya sudah selesai kembali dibawa ke dalam pembahasan kasus TZ.
“Kami tidak ingin membahas yang sudah selesai. Seperti yang diutarakan orang tua MP, kejadian itu kan sudah setahun lalu. Jadi, mengapa harus ikut ke masalah TZ,” ujarnya.
Kepala sekolah berdalih, kehadirannya dalam RDP tersebut berkaitan dengan pengaduan orang tua TZ. Ia juga menilai persoalan yang menimpa TZ sebenarnya tidak terlalu berat apabila komunikasi antara pihak sekolah dan keluarga berjalan dengan baik.
Meski demikian, ia mengakui kemungkinan adanya kekeliruan dalam penerapan standar operasional prosedur (SOP) di sekolah.






![GEDUNG_KESENIAN_BATURAJA[1]](https://harianrakyat.co.id/wp-content/uploads/2026/09/GEDUNG_KESENIAN_BATURAJA1-750x450.jpg)

Komentar