“Kami minta maaf, Pak. Mungkin ke depan akan kami perbaiki dan bagusi lagi. Apalagi kalau ada masukan. TZ ini tetap siswa kami, tidak merembet dan balik belakang lagi,” katanya.
KASUS TZ VIRAL, WALI MURID LAIN MULAI BERSUARA
Di sisi lain, ibu TZ yang mewakili keluarga menyebut viralnya kasus dugaan kekerasan terhadap putrinya justru membuat sejumlah wali murid lain berani menyampaikan pengalaman mereka.
Salah satu laporan yang diterimanya berkaitan dengan dugaan perlakuan terhadap siswa yang jilbabnya ditarik-tarik karena tidak mengenakan jilbab berlogo.
“Sejak viral ini ada lagi yang melapor, seperti jilbab ditarik-tarik katanya karena tidak pakai jilbab yang berlogo. Kami minta keadilan dari bapak-bapak,” ujarnya.
Keluarga TZ kembali menegaskan tidak menerima perlakuan kepala sekolah terhadap putrinya. Menurut mereka, tindakan mendidik seharusnya dilakukan melalui komunikasi yang baik, bukan dengan kekerasan fisik.
“Sebenarnya kalau mau mendidik bisa dibilangin baik-baik. Kalau ditendang, kami tidak senang. Sedangkan kami masih trauma dengan kehilangan kakaknya,” timpalnya.






![GEDUNG_KESENIAN_BATURAJA[1]](https://harianrakyat.co.id/wp-content/uploads/2026/09/GEDUNG_KESENIAN_BATURAJA1-750x450.jpg)

Komentar