Di hadapan warga, Wabup juga “membuka kartu” program prioritas. Salah satunya, realisasi janji politik: pembagian motor dinas untuk 134 dai desa se-Tanjab Barat.
Tak berhenti di situ. Pemerintah juga mengucurkan honor untuk 6.779 imam masjid, guru ngaji, dan kaum masjid. Ditambah lagi 2.000 petugas pemandi jenazah serta pelatihan kerja bagi ratusan warga.
Namun, di balik gebrakan itu, ada catatan keras. Anggaran daerah 2026 justru menyusut. Khusus Muara Papalik, dana pembangunan anjlok dari Rp32,65 miliar menjadi Rp12,183 miliar.
“Ini realita. Tapi bukan alasan untuk berhenti. Kita harus lebih kreatif, gali potensi daerah, dan dorong CSR,” kata Katamso blak-blakan.
Meski fiskal mengetat, Pemkab memastikan pembangunan tetap jalan—meski bertahap. Infrastruktur dasar tetap jadi prioritas. Program sosial? Dijamin tetap hidup.
Menutup agenda, Wabup mewanti-wanti warga. Musim kemarau mulai mengintai. Risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) harus diantisipasi sejak dini. “Jangan lengah. Kita jaga lingkungan bersama,” pungkasnya. (ril)









Komentar