Ia mengaku optimistis situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kabupaten OKU selama ini berjalan aman dan kondusif.
Keyakinan itu muncul setelah melihat kuatnya sinergi antara pemerintah, tokoh agama, FKUB, dan aparat keamanan yang telah terbangun selama ini.
Dalam kesempatan tersebut, Helmy juga berbagi kisah masa kecilnya saat menyaksikan langsung konflik sosial yang melanda Ambon pada tahun 1999.
“Saya mengalami masa kecil yang tidak enak saat kerusuhan Ambon tahun 1999. Waktu itu saya masih kelas tiga SMP. Sekolah dibakar, kami tidak bisa sekolah. Kerusuhan itu sungguh melelahkan,” kenangnya.
Pengalaman pahit itu, lanjutnya, menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya menjaga persatuan dan kerukunan masyarakat.
“Saya berharap peristiwa seperti itu tidak pernah terjadi di OKU. Yang terjadi tahun 1999 itu tidak baik. Saya titip hubungan baik yang selama ini sudah terjalin. Mohon diterima sebagai warga baru di OKU,” katanya.
Helmy yang mengaku masih tergolong muda dalam pengalaman kepemimpinan juga meminta dukungan, masukan, dan bimbingan dari seluruh elemen masyarakat.









Komentar