oleh

Transformasi Tirta Raja: Dari ‘Loyo’ Jadi Smart Water Company

Namun, digitalisasi di sini tidak berdiri sendiri. Ia berjalan beriringan dengan penguatan tata kelola. SOP yang sebelumnya jadi sorotan kini mulai dibenahi. Standar kerja diperjelas. Akuntabilitas diperketat. Karena teknologi tanpa tata kelola hanya akan jadi kosmetik.

“Kita dorong digitalisasi. Pelayanan harus cepat, transparan, dan bisa dipantau,” kata Bertho.

Bukan cuma sistem. Mindset juga ikut di-upgrade. Karena teknologi tanpa manusia yang siap? Sama saja bohong.

Transformasi tak akan jalan tanpa “otot”. Di lapangan, transformasi ini juga menyentuh sektor paling krusial: insfrastruktur.

Tirta Raja mulai tancap gas, dengan melakukan penambahan pompa distribusi baru. Bahkan sampai pompa ke-12 digenjot untuk memastikan distribusi air semakin merata. Pengadaan pompa dosing untuk kualitas air. Peluncuran mobil tangki air minum. Serta pengurasan rutin infrastruktur

Efeknya mulai terasa. Durasi pengaliran dan distribusi lebih stabil. Warga yang dulu sering mengeluh, kini mulai merasakan perbedaan. Ini bukan sekadar upgrade alat. Ini adalah investasi kepercayaan publik.

Komentar