
HARIANRAKYAT.CO.ID – Proses panjang pendirian Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Universitas Baturaja (UNBARA) akhirnya membuahkan hasil. Kampus orange ini kini telah mengantongi 25 asesor tersertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), sebagai salah satu syarat utama menuju operasional penuh lembaga tersebut.
Pendirian LSP UNBARA bukan proses instan. Sejak dirintis pada 2022, berbagai tahapan krusial telah dilalui, mulai dari penyusunan dokumen, verifikasi berkas, hingga pengajuan skema sertifikasi.
Pengajuan skema dilakukan pada Maret 2024, dilanjutkan verifikasi pada Agustus 2024. Selanjutnya, pelatihan asesor digelar Oktober 2025, sebelum pengajuan lisensi resmi ke BNSP pada November 2025.
Memasuki 2026, tahapan semakin intens. Full assessment dilaksanakan Januari 2026. Puncaknya, proses witness atau penyaksian uji kompetensi digelar pada 11–12 April 2026 di lingkungan kampus UNBARA.
Kegiatan tersebut berlangsung hingga pukul 22.00 WIB dan dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan kampus, mulai dari Rektor, Wakil Rektor II, Direktur LSP, tim kerja, asesor, hingga verifikator Tempat Uji Kompetensi (TUK).









Komentar