“Kalau kita lihat detail, adanya tahanan yang bisa lepas borgol berarti ada tahapan yang terlewat,” kata Hendri.
Meski demikian, Kejari tetap menyebut insiden tersebut sebagai musibah dan menegaskan pengawalan selama ini dilakukan oleh personel yang sama tanpa pernah terjadi masalah.
Di sisi lain, Kejati Sumsel disebut telah memberi perhatian khusus dan meminta pengamanan tahanan diperketat.
Evaluasi besar juga diklaim sedang dilakukan, mulai dari pola pengantaran tahanan hingga pelibatan TNI-Polri dalam pengamanan.
Namun publik kini menunggu langkah tegas, bukan sekadar evaluasi.
Sebab, kaburnya tahanan bukan persoalan sepele, melainkan menyangkut kredibilitas aparat penegak hukum serta keamanan proses peradilan. (Ep)








Komentar