
HARIANRAKYAT.CO.ID – Front Perlawanan Rakyat (FPR) tancap gas. Hari kedua aksi di ibu kota, Kamis (23/4/2026) sekitar pukul 11.00 WIB, massa tak lagi fokus di satu titik. Setelah sehari sebelumnya menggeruduk KPK, kini giliran Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) “disisir”.
Di atas mobil komando bertuliskan Suara Rakyat, orasi bergantian menggema. Zikirullah, Handika Merino, Renaldy, hingga Syafriallah tampil menyuarakan tuntutan. Usut tuntas dugaan korupsi Dana Pokok Pikiran (Pokir) DPRD OKU, tanpa tebang pilih!.
Nada aksi makin keras ketika FPR mulai “menyentil” isu sensitif. Mereka mendesak Kemendagri tidak ikut campur dalam proses hukum yang tengah berjalan.
Bahkan, dalam pernyataan sikapnya, FPR menyinggung dugaan adanya intervensi untuk melindungi pihak tertentu.
“Kami percaya hukum harus ditegakkan adil. Tapi kami tidak percaya jika ada campur tangan untuk melindungi pihak tertentu,” tegas salah satu orator dari atas mobil komando.
Tak berhenti di situ, FPR juga meminta kejelasan atas sejumlah isu yang beredar, termasuk dugaan keterkaitan pejabat pusat dalam perkara lain yang sempat mencuat sebelumnya. Bagi mereka, semua harus terang. Tak boleh ada yang ditutup-tutupi.









Komentar