Menurutnya, para penyuluh agama menjadi pelaksana utama pembacaan Dala’ilul Khairat. Sebelum pembacaan dimulai, kegiatan diawali dengan muqaddimah yang dipimpin Ustaz Muallimin.
“Setelah muqaddimah, kita membaca bersama sebagai bentuk kecintaan kepada Rasulullah SAW,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kemenag OKU, Dr. H. Muhammad Ali, S.Ag., M.Pd.I., menegaskan bahwa Gerakan Nasional Gema Selawat Kebangsaan merupakan inisiatif Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam yang dilaksanakan serentak di seluruh penjuru tanah air.
Ia menilai selawat bukan sekadar lantunan pujian, melainkan simbol cinta dan penghormatan umat kepada Nabi Muhammad SAW.
“Selawat adalah tanda cinta kita kepada Rasulullah SAW. Melalui kegiatan ini, kita diajak memperkuat kebersamaan dan menumbuhkan rasa persaudaraan di tengah masyarakat,” katanya.
Lebih lanjut, ia berharap kecintaan kepada Rasulullah yang diwujudkan melalui selawat dapat menghadirkan dampak positif bagi kehidupan umat.
“Semoga kecintaan kita kepada Nabi Muhammad SAW membawa keberkahan bagi diri kita, masyarakat, dan lingkungan sekitar. Dan kelak kita memperoleh syafaat beliau di hari akhir,” harapnya.



![GEDUNG_KESENIAN_BATURAJA[1]](https://harianrakyat.co.id/wp-content/uploads/2026/09/GEDUNG_KESENIAN_BATURAJA1-750x450.jpg)




Komentar