Lebih mengkhawatirkan lagi, tren kepuasan publik terus melorot dalam sembilan bulan terakhir. Pada November 2025, tingkat kepuasan terhadap MBG masih berada di angka 62,5 persen. Angka itu turun menjadi 53,1 persen pada Februari–Maret 2026, lalu anjlok ke 33,8 persen pada Juli 2026.
Di saat yang sama, tingkat ketidakpuasan justru meroket. Dari 33,9 persen pada November 2025, naik menjadi 44,6 persen, dan kini menembus 61,6 persen.
Menurut Deni, memburuknya penilaian publik terhadap pelaksanaan MBG menjadi salah satu faktor yang ikut menjelaskan turunnya tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Presiden Prabowo.
Survei SMRC dilakukan pada 5–19 Juli 2026 terhadap 749 responden yang dipilih secara acak dari warga Indonesia yang memiliki hak pilih. Wawancara dilakukan melalui telepon maupun tatap muka dengan margin of error ±3,7 persen. (ril)









Komentar