Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan OKU Timur, Wakimin, S.Pd., M.M., menilai peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 bukan sekadar seremoni.
Ini momen evaluasi. “Ini saatnya kita ukur capaian, sekaligus menyusun langkah ke depan,” katanya.
Ia menegaskan, arah kebijakan pendidikan kini difokuskan pada percepatan peningkatan kualitas SDM, sejalan dengan visi daerah Maju Lebih Mulia.
Caranya? Tak setengah-setengah. Mulai dari penguatan tata kelola, pemerataan digitalisasi pendidikan, hingga memperhitungkan dampak sosial ekonomi. Semua diintegrasikan dalam satu sistem yang terarah dan terukur. “Tujuannya satu: manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Rangkaian Hardiknas sendiri sudah dimulai sejak 2 Mei lewat upacara serentak di seluruh sekolah. Puncaknya digelar di Balai Rakyat, jadi ajang refleksi bersama seluruh pemangku kepentingan pendidikan.
Pesannya terang, pendidikan di OKU Timur sedang dibenahi. Sistem diperketat, celah ditutup, kualitas didorong. Dan satu hal dipastikan, masa depan generasi muda tak boleh lagi ditentukan oleh “jalur belakang”. (ril)









Komentar